Jumat, 10 Oktober 2014

Media Massa Yang dikuasai Ruppert Murdoch


1. Ruppert Murdoch, Raja Media Massa

Banyak orang membenci Rupert Murdoch. Walaupun News Corp. miliknya hanya salah satu dari sekian banyak perusahaan medianya yang mencaplok media lainnya, namun nama Murdoch telah menjadi lekat dengan kekuasaan media. Howard Stinger, mantan eksekutif CBS menjulukinya sebagai “Pemimpin Era Komunikasi Napoleonik baru”. Para pengkritiknya mengatakan bahwa penekanan Rupert Murdoch pada profit korporat telah mengubah landasan media, dan pesaingnya harus berjuang keras menghadapinya.

Ada banyak bukti bahwa ideologi Rupert Murdoch adalah profit dan pertumbuhan finansial. Banyak cerita tentang bagaimana Murdoch menolak suatu isi berita atau mendukung isi berita demi keuntungannya sendiri. Suatu ketika dalam sebuah pidato ia mengatakan bahwa teknologi komunikasi yang maju akan mengancam rezim totalitarian (pernyataan ini kurang lebih terbukti dengan revolusi mesir 2011 yang dimulai di facebook), dia kaget ketika pernyataannya tersebut membuat pemerintah Cina berang, padahal dia tidak bermaksud menyinggung Cina. Cina lalu mengancam akan memutuskan transmisi StarTV ke Cina. Agar profit StarTV tak anjlok, Murdoch segera memerintahkan perusahaan penerbitnya untuk menerbitkan buku karangan  putri Deng Xiaoping. Dia juga membatalkan penerbitan buku yang dianggap akan menyinggung pemerintah Cina. Setelah mengetahui bahwa pemerintah Cina tidak senang dengan berita independen yang dilaporkan melalui BBC World Service, Murdoch segera menghilangkan BBC dari acara StarTV untuk Cina. Hasilnya? Beberapa franchise media Murdoch di Cina berhasil diselamatkan!

Keluarga Murdoch menguasai 30 persen saham News Corp senilai $12 miliar pada 2003. Dinasti Murdoch dimulai dengan koran Australia yang didirikan oleh ayah Murdoch yang mewariskan bisnisnya kepada putranya pada tahun 1925. Murdoch mulai mengakuisisi beberapa koran Inggris dan kemudian beberapa koran Amerika. Dia membeli perusahaan penerbit Harper & Row, yang kemudian disesuaikan dengan kepentingan penerbitannya di Inggris. Agar bisa memiliki stasiun TV di AS, dia menjadi warganegara AS. Pada tahun 1980-an, Murdoch mendirikan Fox sebagai jaringan televisi AS yang keempat. Dia lalu menguasai studio film dan televisi 20th Century Fox. Dia membeli perusahaan induk TV Guide. Dia juga mendirikan televisi satelit Sky dan StarTV di Inggris dan Asia. Saat ini lebih dari 3 miliar orang menonton siaran StarTV yang menampilkan program acara yang dibuat atau dibeli oleh perusahaan Murdoch. Pada 2003 dia menguasai DirectTV, televisi satelit utama di AS.

Ekspansi Murdoch membuatnya bisa membangun sistem global pertama untuk pembuatan isi dan pengiriman isi media di bawah satu payung perusahaan. Inilah kekuatan “Murdochian”, kekuatan distribusi yang tidak dimiliki oleh satupun kompetitornya. Dengan serangkaian medianya yang tak tertandingi, Murdoch dapat memasarkan produk-produknya ke banyak segmen pasar melalui koran, majalah, film, buku, dan televisi miliknya. James Fallows, seorang pengamat media mengatakan kekaisaran media Murdoch telah mensinkronisasikan produksi, publisitas, dan dukungan; “mereka menyuplai isi (content) film-film produksi Fox (TitanicThe Full MontyThere’s something about Mary), acara Fox TV (The Simpsons, Ally Mc BealWhen Animals Attack), siaran olahraga yang dikuasai Fox, plus koran dan buku. Mereka menjual isi kepada publik dan pengiklan di koran, di jaringan siaran, di saluran TV kabel. Dan mereka mengoperasikan sistem distribusi yang mendistribusikan isi media ke konsumen.” Sistem satelit Murdoch mendistribusikan isi News Corp di Eropa dan Asia.

Inilah beberapa Media Massa yang dikuasai oleh Si Raja Media Ruppert Murdoch.
1.      News Limited (Australia)
2.      The Sun (inggris)
3.      The News World (Inggris)
4.      Sky Television (Inggris)
5.      San Antonio Express News (Amerika)
6.      Supermarket Star (Amerika)
7.      New York Post (Amerika)
8.      20th Century Fox (Amerika)
9.      Metro Media (Amerika)
10.    Star TV (Asia)
11.    My Space (Amerika)
12.    Dll.
Jumlah media massa yang dikuasai telah lebih dari 10 media massa di seluruh dunia.

2. Tokoh-Tokoh Dunia Yang Menguasai Industri Media

Eksekutif Jurnalisme dan Media Berita Serta Pemilik Bisnis Media

            Ada enam tokoh jurnalisme dan media berita. Mereka mencakup Baron Paul J. Reuter (1816-1899), Adolph Ochs (1858-1935), Joseph Pulitzer (1847-1911), David Sarnoff (1891-1971), William S. Paley, dan Rupert Murdoch (lahir 1931).

 Layanan Berita Internasional Pertama
           
            Layanan berita internasional pertama dan terbesar di dunia dipelopori Baron Paul J. Reuter. Lelaki kelahiran Jerman ini kemudian menetap di Inggris dan dihormati dengan baron, suatu gelar kebangsawanan Inggris. Layanan berita internasional pertama yang dia dirikan di Inggris itu disebut Reuter’s News Service, suatu organisasi layanan berita terbesar sedunia.
            Reuter juga cepat mengantisipasi dua jenis teknologi komunikasi yang lain. Pertama, komunikasi lewat kawat-kawat telegrafi; dan, kedua, komunikasi melalui kabel-kabel bawah laut. Kedua jenis komunikasi itu berguna sebagai jaringan pengiriman berita antar-benua.

 Pemilik dan Pengelola Koran Bergengsi

            Harian The New York Times – disingkat NYT – demikian populernya sehingga ia disebut dalam salah satu lirik “Saturday Night Fever” yang dibuat menjadi suatu hit dunia tahun 1980-an oleh The Bee Gees dari Australia. NYT memang suatu koran bergengsi – di Amerika Serikat dan dunia. Pemilik dan pengelola masa awalnya adalah Adolph Ochs, seorang pengusaha pers.

            Ochs tidak langsung memiliki dan mengelola NYT. Penerbit koran kelahiran Ohio, AS, itu mula-mula membeli dan mengelola pada tahun 1878 Chattanooga Times, koran terkemuka di AS bagian selatan. Delapan belas tahun kemudian, dia membeli dan mengelola The New York Times.

            Apa yang menyebabkan NYT menjadi suatu harian yang bergengsi? Barangkali, pandangan Adolph Ochs tentang pers bisa menjelaskan sebab-sebabnya. Dia sangat memusuhi sensasionalisme dalam berita. Akan tetapi, dia menekankan peliputan yang komprehensif, etis, dan tidak berpihak. Sikap tidak berpihak itu dia tegaskan demikian: “tanpa rasa takut atau tanpa keberpihakan”. Selain itu, dia menciptakan slogannya yang menjadi tuntunan bagi pemuatan berita di koran itu. “Semua berita yang cocok untuk dicetak, [cetaklah].” Penerapan pandangannya mengakibatkan NYT menjadi koran terkemuka AS yang tak tertandingi dalam gengsi dan dampak globalnya.

            Dua tokoh utama masa kini di balik kebesaran NYT adalah Joseph Lelyveld dan Max Frankel. Kedua-duanya adalah editor eksekutif harian bergengsi ini; di samping itu, Frankel adalah seorang penulis.

Bapak Televisi Amerika

            Ingat film Titanic, ingat Jack Dawson (Leonardo DiCaprio) dan Rose Dewitt Bukater (Kate Winslet). Ingat kisah nyata Titanic, ingat David Sarnoff. Lelaki itulah penerima pesan tanpa kabel (wireless) dari kapal pesiar mewah itu pada malam tahun 1912: “S.S. Titanic menabrak gunung es. Tenggelam cepat.” Ketika menerima pesan SOS itu, Sarnoff yang bekerja sebagai seorang operator telepon tanpa kabel pada sebuah perusahaan telekomunikasi meneruskan pesan itu kepada sebuah kapal uap. Kapal uap itu lalu melaporkan bahwa Titanic sudah tenggelam dan beberapa penumpang yang masih hidup dinaikkan ke kapal uap itu. Taft, Presiden AS waktu itu, memerintahkan stasiun-stasiun radio lain untuk tidak terlibat dan, dengan demikian, David Sarnoff seorang diri tetap bertugas selama 72 jam. Dia mencatat nama-nama mereka yang hidup dan membuat namanya terkenal pada jutaan pembaca koran tentang musibah itu.

            Cuplikan dari riwayat hidupnya menunjukkan jenis pekerjaannya yang akan membuka kesuksesan besarnya di masa depan. Kariernya di AS di bidang media massa elektronik mulai diketahui masyarakat umum ketika dia pada tahun 1917 mendesak supaya sebuah “kotak musik radio” yang sederhana dipasarkan. Perusahaan Marconi AS mengatakan rencana Sarnoff akan menjadikan radio suatu “alat rumah tangga” yang sama dengan piano atau fonografi. Kariernya lalu menanjak sehingga dia menjadi seorang eksekutif media berita, khususnya televisi dan radio. Sebagai eksekutif media berita, Sarnoff menunjukkan kepemimpinan yang tegas; dia kemudian menyatukan televisi dan radio menjadi sarana-sarana utama komunikasi massa. Dia cepat menanjak menjadi presiden-direktur RCA – Radio Corporation of America – yang didirikan Owen D. Young.

            Selain itu, dia memampukan RCA membuat siaran-siaran radio dari pantai yang satu ke pantai yang lain di AS. Jabatan ini akan mengarahkannya menjadi pendiri NBC – National Broadcasting Corporation – dan anak-anak perusahaannya, Blue Network dan Red Network pada tahun 1927. NBC membawahi banyak stasiun radio di AS dan memperluas jaringan siaran dari satu pantai ke pantai lain di AS. Kemudian, dia meningkatkan siaran televisi RCA menjadi siaran televisi berwarna.

            Dia kemudian membangun perusahaan itu menjadi kompleks elektronik terbesar sedunia pada waktu itu. Untuk jasa-jasanya yang begitu menonjol dalam bidang media massa, David Sarnoff secara beralasan dihormati bangsa AS sebagai “bapa televisi Amerika”.

Salah Satu Yang Terbesar di Dunia
       
Ruport Murdoch yang lahir di Melbourne Australia tahun 1931 kemudian pindah dan menetap di Amerika Serikat adalah pemilik News Corp., salah satu korporasi media paling besar dan paling berpengaruh di dunia. Melalui kerajaan bisnis media massa dan penerbitan lainnya, dia menjadi salah seorang terkaya di dunia.

            Murdoch mewarisi suatu koran Australia dengan oplah kecil tahun 1952. Lalu, dia secara agresif mengubahnya menjadi News Corp., salah satu perusahaan media terbesar di dunia. Konglomerasi ini mencakup televisi, film-film fitur, layanan online, koran, dan buku-buku.

            Tahun 1980-an, dia menjadi warga negara Amerika Serikat demi memenuhi syarat untuk memiliki stasiun-stasiun televisi di sana. Sekarang, dia memiliki Asian Star Television dan saham di Fox TV Network, Penerbit Harper Collins Books, 2oth Century Fox, dan harian The New York Post.

3. Korporasi Media Massa Yang Ada di Indonesia

Banyak masyarakat Indonesia yang bergantung dengan media massa untuk hanya mencari sebuah hiburan ataupun untuk memenuhi kebutuhanya. Dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan jasa media massa. Untuk sebagian pebisnis, dalam pandangan mereka itu merupakan salah satu peluang untuk meraup keuntungan yang menjanjikan. Maka tak heran dengan selalu bertambahnya media massa di Indonesia, dalam percetakan, pertelevisian ataupun radio. Dalam bidang pertelevisian, selain TVRI sebagai stasiun pertama yang berdiri di Indonesia yaitu pada tanggal 24 Agustus 196. terdapat 11 (sebelas) stasiun televisi lainya, Sebelas televisi ini ternyata dikuasai beberapa grup pemilik seperti MNC yang menguasai MNC (tadinya TPI), Metro TV, Global TV dan RCTI. Transcorp/Grup Para menguasai Trans TV dan Trans 7, kemudian Bakrie Group menguasai ANTV dan TV One , SCTV dan IVM (Indosiar Visual Mandiri) dikuasai kelompok yang sama, disamping TVRI serta Space Toon yang punya ijin siaran nasional, namun saham kepemilikan space toon kini telah di beli oleh perusahaan swasta dan berganti nama menjadi NET. Di samping itu kini telah beroperasi 7 televisi berlangganan satelit, 6 televisi berlangganan terrestrial, dan 17 televisi berlangganan kabel. Seperti tidak mau kalah dengan pertelevisian, radiopun mengalami kemajuan walaupun tidak sepesat televisi. Hingga akhir tahun 2002, terdapat 1188 Stasiun Siaran Radio di Indonesia. Jumlah itu terdiri atas 56 stasiun RRI dan 1132 buah Stasiun Radio Swasta. Perkembangan industri dan bisnis penyiaran juga telah mendorong tumbuh pesatnya bisnis rumah produksi (Production House/PH). Sebelum krisis ekonomi, tercatat ada 298 buah perusahaan PH yang beroperasi di mana sekitar 80% di antaranya berada di Jakarta. Pada saat krisis, khususnya antara tahun 1997-1999, jumlah PH yang beroperasi menurun drastis sampai sekitar 60%. Pada tahun 2003, bisnis PH secara perlahan kembali bangkit yang antara lain didorong oleh peningkatan jumlah televisi swasta. Kebutuhan TV swasta akan berbagai acara siaran, mulai acara hiburan sampai acara informasi dan pendidikan, banyak diproduksi oleh PH local. dalam bisnis media penerbitan, khususnya surat kabar dan majalah, juga mengalami peningkatan khususnya dalam hal kuantitas. Pada tahun 2000, menurut laporan MASINDO, terdapat 358 media penerbitan. Jumlah tersebut terdiri atas 104 surat kabar, 115 tabloid, dan 139 majalah. Hal menarik dalam penerbitan media massa cetak ini adalah semakin beragamnya pelayanan isi yang disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan segmen khalayak pembacanya.

4. Teknologi Komunikasi Mendukung Kerja Korporasi

Dijaman modern ini Tekhnologi komunikasi berkembang secara pesat dan dengan munculnya kerja korporasi di berbagai negara di Dunia Dengan adanya Kantor Virtual (Virtual Office), teknologi komunikasi dapat mendukung kerja korporasi di berbagai negara secara terpisah. Didalam Virtual Office terdapat tim yang saling bekerja sama yang disebut dengan tim maya atau tim yang terpisah secara geogfaris. Anggota tim virtual berkomunikasi secara elektronik. Dengan cara itu mereka dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Begitu juga sebaliknya, mereka juga dapat memberikan informasi kepada anggota tim lain dengan mudah, sehingga pekerjaan yang mereka kerjakan dapat diselesaikan dengan baik walaupun tidak bertatap muka, melainkan dengan mengandalkan teknologi komunikasi yang saat ini semakin berkembang.

Mereka bekerja di seluruh waktu, ruang, dan dengan batas-batas organisasi diperkuat oleh link webs komunikasi teknologi. Karena terpisah secara geografis, maka organisasi boleh menyewa dan mempertahankan orang-orang terbaik tanpa memperhatikan lokasi.

5. Unsur Persaingan Bisnis Yang Dilakukan Media Massa

Persaingan bisnis yang dilakukan saat ini dimedia massa merujuk pada media online atau jurnalisme online. akses yang cepat terhadap informasi menjadi senjata utama media online saat ini. dibandingkan dengan media massa lain berbasis cetak dan elektronik, media online menjadi bentuk media yang paling mudah diakses oleh khalayak. teknologi internet yang menmanjakan manusia menjadi basis media online. Kemudahan masyarakat mengakses internet dimanfaatkan media online untukmenghadirkan informasi terdepan mendahului media massa cetak dan elektronik yang asih bergantung pada kertas, perangkat radio dan pesawat televisi.

Media online kemudian berkembang menjadi fenomena. Kelebihan media online dan kecenderungan masyarakat untuk mengakses berita melalui internet, memaksa media massa berbasis cetak dan elektronik ikut membuat media online. hal ini membuat persaingan dunia media massa bergeser dari cetak dan elektronik ke dunia media online. sejak dunia pemberitaan merambah dunia internet, berbagai media baik yang berbasis online maupun cetak atau elektronik berlomba-lomba menjadi yang terdepan dalam memberikan informasi bagi pemirsa informasi online.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar