Kamis, 23 Oktober 2014

Globalisasi Terhadap Bidang Politik, Ekonomi, Dan Budaya

1. Pengaruh globalisasi  dalam bidang ekonomi, antara lain:
Globalisasi dan liberalisme pasar telah menawarkan alternatif bagi pencapaian standar hidup yang lebih tinggi. Semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara-negara kaya dengan negara-negara miskin. Munculnya perusahaan-perusahaan multinasional dan transnasional. Membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang. Munculnya lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional, WTO.

2. Dampak Globalisasi dalam bidang Sosial Budaya:
Semakin bertambah globalnya berbagai nilai budaya kaum kapitalis dalam masyarakat dunia. Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD/ VCD atau DVD.


3. Dampak Globalisasi dalam bidang Politik:
Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan. Para pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi. Timbulnya gelombang demokratisasi (dambaan akan kebebasan).



Dampak positif Globalisasi:
1. Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
2. Mudah melakukan komunikasi
3. Cepat dalam bepergian (mobili-tas tinggi)
4. Menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran
5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
6. Mudah memenuhi kebutuhan


Dampak negatif Globalisasi:

1. Informasi yang tidak tersaring
2. Perilaku konsumtif
3. Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
4. Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
5. Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat 



Munculnya globalisasi tentunya membawa dampak bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Dampak globalisasi tersebut meliputi dampak positif dan dampak negatif di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan berdampak kepada nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa. 


Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme:
1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat. 
2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.



Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai-nilai nasionalisme:
1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang
2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.



Dampak Globalisasi terhadap sosial budaya
Keadaaan keseimbangan dalam masyarakat merupakan keadaan yang diidam-idamkan oleh setiap masyarakat. Dalam keadaan yang demikian, individu-individu secara psikologis merasakan adanya suatu ketentraman, sebab tidak ada pertentangan-pertentangan dalam norma-norma dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Setiap kali terjadi gangguan keseimbangan, masyarakat dapat menolak unsur-unsur yang akan membawa perubahan. Penolakan ini disebabkan masyarakat takut terjadi goyahnya keseimbangan sistem yang berarti dapat muncul ketidaktentraman.




Dampak Globalisasi Dalam Berbagai Bidang
Politik luar negeri yang semakin terbuka untuk penyertaan modal asing dalam produksi nasional ikut berperan dalam semakin tergantungnya perekonomian nasional pada sistem gurita perusahaan global yang sangat sensitif pada terpeliharanya risiko stabilitas negara. 
Pada saat orde reformasi tampil memimpin proses pembangunnasional, ekonomi dunia sedang memasuki abad komputerisasi dan digitalisasi. Teknologi informasi dan telekomunikasi ternyata kemudian berhasil merubah tatanan dan pola produksi, perdagangan serta investasidari perusahaan multinasional dan perusahaan global. Globalisasi menuntut perubahan pengaturan kebijakan perdagangan dan investasi yang memberikan ruang gerak yang lebih leluasa agar kapital, teknologi dan tenaga kerja dapat berpindah dengan mudah antar kedaulatan wilayah negara. Dia menuntut juga perubahan paradigma, perilaku dan sistem pengalokasian sumber daya ekonomi dan perusahaan.
Di satu pihak globalisasi telah membawa berbagai kesempatan untuk pengusaha-pengusaha lokal yang tanggap dan siap memanfaatkan peluang. Sebaliknya globalisasi juga telah menerkam mangsa yang lemah dalam aspek pemanfaatan teknologi, penggunaan sumber kapital dan kepemilikan sumber daya manusia yang kapabel dan kompeten. Pakar dunia dalam globalisasi Sekaliber Stiglitz bahkan telah menyimpulkan bahwa globalisasi telah menimbulkan banyak kekecewaan karena efek berantai yang dihasilkannya di negara berkembang; meliputi kemiskinan, pengangguran, kepastian hidup, ketidakstabilan dan kerusakan lingkungan hidup.
Perekonomian Indonesia yang menekankan pertumbuhan ekonomi tinggi ternyata memang rentan pada kemampuannya menetralisir efek negatif dari globalisasi dan gejolak pasar internasional. Ketidaksiapan kita dengan kompetensi sumber daya manusia yang kompeten, ditambah dengan tidak berperannya sistem hukum, politik dan sosial yang dapat menyikapi berbagai kesempatan dari keterbukaan ekonomi ini, semuanya ini sangat berperan dalam menciptakan “prestasi semu” dari pembangunannasional yang telah kita uraikan di atas.
Daya tahan perekonomian Indonesia dari perusahaan-perusahaan industri pribumi terbukti masih lemah dan menunjukan kekurang mampuannya mengantisipasi dampak dari jatuhnya kepercayaan luar negeri pada kondisi politik dan sosial, dan menurunnya daya beli masyarakat beberapa tahun setelah krisis ekonomi meletus.
Masih teringat di benak kita bagaimana efek domino jatuhnya nilai mata uang “bath” Thailand pada tahun 1997 kemudian membuat negara kita seringkali mendevaluasi “rupiah”. Sistem kepemerintahan Orde Barupun jatuh setelah itu dengan efek rantai kekacauan di segala ini pada aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam hitungan 2 sampai 3 tahun setelah itu banyak perusahaan-perusahaan yang merupakan kebanggaan kita menjadi porak poranda. Daftar kepailitan perusahaan semakin bertambah. 
Kondisi ini sangat rentan pada upaya memelihara stabilitas sosial jangka panjang. Meletusnya peristiwa konflik antar kelompok dibeberapa wilayah Indonesia, keresahan pekerja akibat perlakuan sepihak yang kurang adil dari pengusaha sebagai rentetan efek berganda kenaikan BBM, kekurangan kepercayaan umumnya masyarakat pada lembaga publik pemerintah saat ini merupakan tanda-tanda penurunan stabilitas sosial.
Jelas sudah bahwa globalisasi ekonomi dapat memberikan peluang dan berbagai kesempatan luas jika kita siap dengan strategi dan kompetensi SDM untuk memanfaatkannya. Tetapi di lain pihak globalisasi ekonomi pada saat kita tidak mapu memanfaatkan peluang akan memberikan kekecewaan dan dampak negatif yang berantai serta meminta biaya pengorbanan yang sangat tinggi bagi masyarakat.



a. Dampak Globalisasi Dalam Bidang Ekonomi 
Globalisasi memberikan banyak pilihan dari produk yang kita inginkan yang tentunya disesuaika dengan kebutuhan dan harga yang kita mampu. Contohnya, yaitu kita dapat memperbandingkan harga sebuah sepatu dengan merek tertentu, baik dari segi kualitas maupun harga yang kita inginkan. Globalisasi telah membawa masyarakat kota maupun masyarakat pedesaan menjadi masyarakat yang konsumerisme. Hal yang perlu dipertimbangkan dari dampak buruk globalisasi, yaitu jika pencitraan (image) produk luar negeri selalu lebih baik dari produk dalam negeri akan berakibat fatal.kefatalan tersebut akan menjadi boomerang bagi produk-produk dalam negeri yang tentu saja akan kalah bersaing , baik dari segi kualitas maupun kuantitas produk yang dihasilkan. Bagaimana tidak, kita selalu tertinggal dari teknologi yang digunakan dibanding dari negara industri luar yang lebih maju. Belum lagi sumber daya manusia yang rata-rata berkuaitas lebih rendah dari Negara-negara industri (Negara maju).



b. Dampak Dalam Bidang Sosial Budaya
Globalisasi telah banyak mengubah kebiasaan, bahkan dapat mengubah budaya suatu bangsa. Contoh kecil, misalnya, adanya perilaku yang menyimpang di dalam masyarakat seperti pergaulan bebas, yang melanda tidak hanya di kota-kota besar saja, teteapi juga sudah melingkupi seluruh pelosok desa. Akibatnya banyak terjangkit penyakit seperti HIV yang banya ditemukan di Afrika. Akibat serbuan inforamasi yang mudah diakses keseluruh penjuru dunia, yang dapat mempengaruhi pikiran penonton, pada gilirannya jika sebuah tayangn yang merusak tadi mempengaruhi sebuah kelompok bangsa, maka akan menjadi sebuah budaya yang merusak, seperti merokok, narkoba, dan pergaulan bebas.
Tentu saja dampak positifnya seperti gaya hidup meniru orang barat dalam kedisiplinan, bekerja lebih efektif dan efisien,menghargai waktu, yang sekarang bahkan menjadiacuan untuk menggunakan waktu yang sebaik mungkin.


c. Dampak Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
Arus globalisasi semakin cepat dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Ditemukannya obat-obatan dan teknologi dalam kedokteran akan membantu banyak manusia dalam hal kemanusiaan. Dalam bidang biologi daam hal biotic, banyak membantu kemjuan para petani memaksimalkan produk pertanian dan peternakan. 
Selain dampak positif ada juga dampak negatifnya, seperti ketika manusia menemukan bahan peledak dan bom atom yang digunakan dalam peperangan. Senjata kimia dan biologis yang sangat mengerikan jika digunakan dalam pemusnahan manusia karena perang. Hal-halyang seperti inilah yang seharusnya perlu kita hindari


d. Dampak Globalisasi Dalam Bidang Politik
Globalisasi memudahkan manusia dalam berhubungan, termasuk dalam menjalin kerja sama dalam bidang diplomatic dengan Negara-negara lain. Hal ini dimungkinkan karena kerja sama, baik dalam perdagangan maupun dalam politik mampu membuat negeri kita dikenal oleh bangsa lain dengan lebih baik.dengan adanya kunjungan dan komunikasi baik langsung maupun tidak langsung, mampu mempererat hubungan antara dua Negara atau lebih. Jadi, jika sebuah Negara tidak mau terasing oleh masyarakat dunia, kita harus mau membuka diri supaya tidak tertinggal dalam hal apapun. Globalisasi memungkinkan untuk menjadikan Negara-negara yang lebih terbuka dengan ekonomi kita dan bahkan dalam hal ratifikasi-ratifikasi undang-undang tertentu. 




DAMPAK GLOBALISASI


Aspek dan dampak globalisasi dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia
Aspek Politik Dampak Positif dengan adanya globalisasi antara lain pemerintahan dijalankan secara transparan (terbuka), demokratis dan penuh kebebasan.



Dampak Negatif dengan adanya globalisasi, mampu membuka cakrawala berfikir masyarakat ini secara global . Dapat melahirkan dilematika. Bila dipenuhi konsekuensinya di satu pihak hal itu belum tentu cocok ditetapkan di Indonesia.


Aspek Ekonomi Dampak positif dalam aspek ini dengan adanya globalisasi dapat kita petik hal – hal:

1.Makin terbukanya pasar Internasional bagi hasil produksi dalam negeri
2.Mendorong kita untuk memproduksi barang yang berkualitas tinggi
3.Mendorong para pengusaha untuk meningkatkan efesiensi dan menghilangkan biaya tinggi 4.Dimungkinkan dapat meningkatkan kesempatan kerja dan devisa negara.


Dampak negatif dari aspek ekonomi adalah :
1.Dengan adanya keterbukaan maka kita akan dibanjiri barang – barang dari luar.
2.Dengan adanya kebebasan masuknya investasi dari luar ke negara kita,bisa menguasai perekonomian kita.
3.Dengan adanya persangian bebas maka kelak akan ada pelaku ekonomi yang menang dan kalah.



Aspek Sosial Budaya
Dampak Positif dalam aspek ini adalah kita dapat mengambil atau belajar dari tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola berfikir yang baik maupun ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain yang telah maju untuk kemajuan dan kesejahteraan kita.



Dampak Negatifnya antara lain:
1.Semakin ketatnya persaingan antar individu
2.Munculnya sifat hedonisme Adanya sikap individualisme
3.Bisa mengakibatkan kesenjangan sosial
Aspek Pertahanan Keamanan
Dampak positif globalisasi dalam aspek pertahanan keamanan dapat dilihat dari adanya hubungan kerja sama antarbangsa, khususnya dalam bidang pertahanan keamanan baik kerja sama bilateral, regional maupun internasional.
Dampak negatifnya yaitu kemajuan teknologi juga dipergunakan oleh jaringan atau kelompok penjahat internasional untuk beroprasi di berbagai negara untuk mempermudah mencapai tujuannya.
Pengaruh Globalisasi terhadap kehidupan bangsa dan negara Indonesia
Bidang Ideologi
Pancasila sebagai ideologi terbuka, pada prinsipnya dapat menerima unsur – unsur daru dari bangsa lain sepanjang tidak bertentangan dengan nilai – nilai dasar pancasila.
Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan pemahaman dan pengamalan pancasila selalu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Ini termasuk dari Dampak Positif.
Sebaliknya, pengaruh negatif globalisasi harus diwaspadai, karena globalisasi mampu meyakinkan sementara masyarakat indonesia bahwa liberalisme dapat membawa manusia ke arah kemajuan dan kemakmuran.



Bidang Politik
Pengaruh positif globalisasi yang menawarkan kehidupan politik yang demokratis, dengan mengutamakan keterbukaan, jaminan hak asasi manusia, dan kebebasan, berpengaruh kuat terhadap pikiran maupun kemauan bangsa Indonesia.



Segi negatif dari pengaruh globalisasi terhadap bidang politik, terutama adanya ancaman disintegrasi bangsa dan negara yang akan menggoyahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Bidang Ekonomi
Dengan hadirnya barang impor, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai kemajuan teknologi yang canggih dan modern. Ini cenderung membawa pengaruh positif.



Adapun pengaruh negatifnya, dengan adanya makanan impor maka sebagian besar generasi muda kita lebih merasa bergengsi dapat menikmati makanan bermerek internasional tersebut, sehingga tidak mengenal lagi makanan - makanan tradisional.



Bidang Sosial Budaya
Pengaruh positif globalisasi dalam aspek sosial, ditandai dengan adanya rasa solidaritas sosial yang tiggi antarbangsa di berbagai negara.



Namun sebaliknya, terdapat pula pengaruh globalisasi yang bersifat negatif yang melanda masyarakat atau bangsa Indonesia seperti sikap dan perilaku, serta gaya hidup yang meniru orang – orang barat yang bertentangan dengan norma dan nilai – nilai budaya bangsa.
Bidang pertahanan dan keamanan
Globaisasi yang menyajikan informasi yang cepat dan akurat, juga membawa pengaruh bagi aspek pertahanan dan keamanan bangsa dan negara Indonesia.



Beberapa segi negatif pengaruh globalisasi terhadap keamanan dan pertahanan negara, antara lain munculnya reaksi – reaksi keras dari sebagian rakyat Indonesia terhadap peristiwa atau tragedi yang terjadi di suatu negara yang dianggap melanggar hak asassi manusia.
Ancaman disintegrasi bangsa karena adanya pengaruh dan dukungan dari negara lain, juga perlu diwasapadai.



Seleksi terhadap pengaruh globalisasi dibidang politik
Masalah demokrasi
Demokrasi yang dianggap ideal selam ini adalah demokrasi ala amerika. Dari sini amerika merasa berkepentingan untuk menegakkannya,dan dalam pelaksanaannya terlihat bersifat subjektif dan diskriminatif .
Masalah kebebasan dan keterbukaan
Di indonesia pengaruhnya begitu luas, salah satunya sadar atau tidak membangkitkan keberanian untuk menuntut kepada pemerintah agar memberi banyak kebebasan, pemerintah dijalankan secara demokratis dan transparan diawali akhir masa pemerintahan orde baru dan ini terus berjalan sampai sekarang.
Masalah hak asasi manusia
Hak asasi manusia kita akui bersifat universal.namun pengertian, kriteria, dan pelaksanaannya juga belum ada kesepakatan, yang ada selama ini dominan menurut penafsiran amerika dan terus di gelorakan keseluruh dunia.
Selektif terhadap pegaruh globalisasi dibidang ekonomi
Misi yang diemban globalisasi dibidang ekonomi terutama adalah negara tanpa batas, perdagangan bebas, liberalisasi ekonomi, integrasi ekonomi dunia,dan kebebasan investasi.
Alat yang dipakai melancarkan jalan guna mencapai tujuannya antara lain perjanjian-perjanjian multilateral, lembaga keuangan internasional seperti, bank dunia maupun kerja sama modal antar negara.
Selektif terhadap pengaruh globalisasi dibidang sosial budaya
Ada pengaruh yang perlu kita seleksi itu antara lain sebagai berikut:
1.Sikap, pola, dan gaya hidup.
2.Penampilan dan gaya pakaian.
3.Dasar ikatan hidup bermasyarakat.
4.Paham rasionalisme, materialisme, dan sekulerisme.




3. Aspek dan Dampak Globalisasi dalam Kehidupan Bangsa dan Negara Indonesia.
Globalisasi mencakup semua aspek atau bidang kehidupan, yaitu bidang politik, ekonomi, sosbud dan pertahanan keamanan. Globalisasi yang dikenal saat ini memiliki dampak positif dan negatif, yaitu:
a. Aspek Politik
Dampak positif di bidang politik dengan adanya globalisasi yaitu diantaranya pemerintah yang ada dilaksanakan secara transparan, demokratis dan penuh kebebebasan. Dengan adanya keterbukaan akan dapat dicegahnya praktek KKN untuk menuju pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Dengan adanya pemerintahan yang demokratis akan meningkatkan partisiasi rakyat dalam pemerintahan. Rakyat akan percaya terhadap penguasa yang menjalankan pemerintahannya. Pemerintah akan memperoleh legitimasi dari rakyatnya. Masyarakat yang demokratis pun akan kritis terhadap jalannya pemerintahan. Dengan begitu akan ada check and balance, sehingga dapat dihindari adanya penyalahgunaan kekuasaan, maupun praktek pemerintahan yang menyeleweng dari konstitusi.
Disamping dampak positif, ada pula dampak negatif dari globalisasi. Dampak negatif dengan adanya globalisasi yaitu mampu membuka cakrawala berpikir masyarakat secara global.Sesuatu yang diterapkan di luar negeri, dapat mempengaruhi kita untuk mengikutinya. Padahal apa yang ada di luar negeri belum tentu sesuai dengan kehidupan dan tradisi bangsa kita. Sementara bila tidak mengikuti akan diaggap tidak aspirstif sehingga dapat megganggu kestabilan nasional, pertahanan dan ketahanan bahkan npersatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.



b. Aspek Ekonomi
Globalisasi dalam bidang ekonomi mempunyai dampak positif  antara lain, yaitu:
1)      Makin terbukanya pasar Internasional bagi hasil produksi dalam negeri.
2)      Dapat meningkatkan kesempatan kerja dan devisa Negara
3)      Mendorong kita untuk meningkatkan kualitas produk yang tinggi.
4)      Mendorong para pengusaha untuk meningkatkan efisiensi dan menghilangkan biaya tinggi.



Namun keberadaan globalisasi juga mempunyai dampak negatif bagi perekonomian bangsa Indonesia, antara lain yaitu:
Dengan keterbukaan perdagangan maka kita akan dibanjiri barang-barang dari luar. Bahkan apabila kita tidak bisa memproduksi barang lebih bagus dari barang-barang luar negeri, barang luar negeri bisa mengalahkan produksi dalam negeri, karena kualitas barang luar negeri lebih bagus dan lebih murah dibanding produksi bangsa sendiri. Mengakibatkan neraca perdagangan kita akan minus.
Dengan kebebasan masuknya investasi luar negeri dalam Negara kita, bisa jadi suatu saat mereka bisa mengendalikan dan menguasai perekonomian Indonesia.  Tidak berhenti dari itu, bahkan mereka dapat mendikte pemerintah atau bangsa kita.
Persaingan bebas mengakibatkan adanya kesenjangan antar pelaku ekonomi. Akan ada yang menang dan akan ada yang kalah. Yang tidak sesuai kepribadian bangsa kita. Yang menang akan mampu memonopoli dan yang kalah hanya akan tersisih dan menjadi penonton kegiatan perekonomian. Antara kaya dan miskin kesenjangannya akan tajam, sehingga melahirkan kelas-kelas ekonomi.



c. Aspek Sosial Budaya
Di dalam aspek social budaya, globalisasi memberikan dampak positif dengan kita dapat mengambil atau belajar dari tatanan nilai sosial budaya, pola berpikir, serta cara hidup yang baik maupun teknologi, komunikasi serta ilmu pengetahuan yang lebih maju dari negara lain. Misalnya saja etos kerja yang tinggi, disiplin, tanggungjawab, mandiri, suka membaca, meneliti dan menulis, sportif, jujur, rasional, bahkan semua terprogram.

Globalisasi di bidang ini mempunyai pengaruh negatif pula, antara lain yaitu:
1)      Liberalisme akan tumbuh, yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
2)      Munculnya hedonisme, paham mengenai suatu kenikmatan hidup sebagai nilai tertinggi. Hal trersebut memaksa manusia untuk memenuhi keinginan dan kenikmatan pribadi.
3)      Rasa kekaluargaan yang akan berkurang dengan adanya jiwa individualis.
4)      Kesenjangan social semakin tajam.
5)      Budaya-budaya tradisional kita akan tergeger oleh budaya negra lain.



d. Aspek Pertahanan dan Keamanan
Dampak positif globalisasi dalam aspek pertahanan dan keamanan dapat dilihat dengan adanya hubungan kerjasama antar bangsa, khususnya bidang pertahanan dan keamanan baik kerjasama bilateral, regional. maupun internasional. Kerjasama memperkuat keamanan dan pertahanan wilayah regional, misalnya kerjasamam dengan negra-negara ASEAN dalam bidang kemiliteran, latihan perang bersama, pemberantasan jaringan narkoba, perjanjian ekstradisi, jaringan teroris dan semua kegiatan yang dianggap membahayakan negara. Misalnya saja dengan cara saling tukar informasi mengenai adanya ancaman dan gangguan keamanan akan lebih cepat diketahui sehinnga dapat diantisipasi lebih dini secara bersama-sama sebelum meluas dan mempunyai kekauatan yang besar.


Mengenai dampak negatifnya di bidang ini, globalisasi menjadikan kemajuan teknologi juga juga digunakan oleh jaringan penjahat internasional untuk beroperasi di berbagai negara. Penjahat-penjahat dari dalam negeri yaitu warga Negara Indonesia yang melakukan tindak pidana misalnya saja korupsi, makar terhadap pemerintahan negara, membunuh dan sebagainya, mudah melarikan diri ke Negara lain dan menetap di sana bahkan para penjahat politik dapat memperoleh suaka politik. Hal ini sangat merugikan bagi bangsa Indonesia.

Minggu, 12 Oktober 2014

Implikasi Teknologi Komunikasi dalam Dunia Periklanan

Games Interaktif Guna Meng-engage Masyarakat Dalam Publikasi Produk atau Jasa

Berbicara mengenai teknologi, komunikasi dan prosesnya merupakan salah satu dari beragam aspek yang terkena dampak langsung dari perkembangan teknologi itu sendiri. Perkembangan teknologi terutama teknologi komunikasi dan informasi telah menyediakan playground baru bagi bidang-bidang pekerjaan yang menyangkut komunikasi, dan salah satunya adalah Periklanan.

“Advertising certainly aims to change belief. The advertiser wants to alter your cognitive landscape such that your previous indifference, aversion, or total ignorance vis-à-vis Brand X is replaced by a more favourable attitude towards it.” (Kathleen Taylor, 2004).

Tujuan utama dari Iklan adalah merubah kepercayaan. Iklan sendiri memiliki definisi sebagai berikut: “The techniques and practices used to bring products, services, opinions, or causes to public notice for the purpose of persuading the public to respond in a certain way toward what is advertised.” (Encyclopedia Britannica Logo, 2013). Kembali pada poin awal bahwa tujuan dari iklan adalah merubah opini atau kepercayaan. Hal ini kemudian berdampak pada keinginan individu dan kelompok untuk bertindak sesuai dengan pembuat iklan itu sendiri, contohnya adalah membeli barang yang diiklankan, atau setidaknya mengetahui barang yang diiklankan; kemudian ada juga iklan layanan masyarakat yang berguna untuk menghimbau masyarakat agar bertindak sesuai dengan himbauan.

Iklan, dalam berusaha untuk merubah opini publik, memerlukan ruang atau media untuk menampilkan propaganda. Dimulai dari cikal-bakal terjadinya perilaku yang dapat dianggap sebagai aktivitas mengiklankan, adalah dengan mengecat dinding untuk mengumumkan perkelahian gladiator yang dilakukan oleh orang-orang Roma. Sedang orang-orang Ponosea melukis gambar untuk mempromosikan perangkat keras mereka di sepanjang jalur parade. Tidak berubah banyak hingga sekarang, dulu aktivitas ini bertujuan untuk “mempublikasikan” berbagai peristiwa (event) dan tawaran (offers). Satu hal yang sesuai dengan poin di awal, bahwa iklan ini membutuhkan media atau ruang yang dapat digunakan untuk menyampaikan propaganda. 

Media konvensional yang kerap digunakan untuk sarana periklanan atau advertising adalah penggunaan ruang publik. Dengan adanya ruang publik atau sarana umum, iklan-iklan dilakukan dengan menempelkan poster, memasang baliho, hingga menggunakan tiang-tiang besar di pinggir jalan untuk memasang iklan cetak berukuran besar yang dapat menarik perhatian orang-orang. Iklan yang bertujuan untuk merubah kepercayaan memang membutuhkan kanal atau medium yang memungkinkan tersentuhnya masyarakat secara langsung. Penggunaan ruang publik merupakan salah satu contoh yang paling efektif karena setiap hari, orang-orang lalu lalang melewati ruang-ruang publik yang terdapat iklan di dalamnya. Kemudian munculah teknologi komunikasi dan media yang menyediakan kanal dan medium baru untuk menyentuh masyarakat, seperti radio dan televisi. Perubahan ini mendorong para pekerja di bidang Advertising untuk mendorong batas dan mencari cara untuk dapat menyentuh masyarkat. Maka munculah jenis-jenis iklan di televisi berupa rekaman berdurasi 10-60 detik yang berupaya untuk merubah kepercayaan terhadap suatu objek atau jasa. Kemudian di radio juga muncul iklan-iklan yang berupa AdLibs atau iklan dalam bentuk percakapan singkat yang menyebutkan suatu objek atau jasa di dalamnya.

Dengan bermunculannya teknologi-teknologi komunikasi ini, maka semakin banyak ketersediaan kanal atau medium yang memungkinkan para pekerja di bidang Advertising untuk berkreasi dalam berupaya untuk membentuk kepercayaan masyarakat terhadap suatu hal. Salah satu teknologi yang cukup menarik perhatian para pegiat di bidang Advertising adalah internet. Tidak dapat dipungkiri bahwa internet sudah menjadi hal yang awam bagi masyarakat dunia. Sudah cukup banyak masyarakat yang memiliki akses menuju internet. Hal ini memudahkan para pekerja di bidang Advertising karena hal ini berarti semakin sedikitnya jarak yang tercipta antara mereka dan masyarakat atau publik yang dituju. Tujuan utama untuk menyentuh masyarakat kini, tidak terpaku lagi pada jarak dimana sebatas orang-orang melewati Baliho di pinggir jalan, atau orang-orang yang duduk di depan layar televisi. Penggunaan internet kini telah merambah ke akses menggunakan telepon genggam, dimana semakin sering intensitas masyarakat untuk terpapar langsung dengan informasi-informasi yang ada. 

Salah satu fenomena yang menarik dari pemaksimalan penggunaan internet adalah bermunculannya games interaktif yang berguna untuk meng-engage masyarakat agar tidak sekedar tahu saja mengenai suatu objek atau jasa yang diiklankan, tapi juga untuk menumbuhkan rasa keterkaitan dan ketertarikan masyarakat terhadapnya. Kini, telah banyak bermunculan Biro-biro iklan yang mencoba untuk menggunakan games interaktif agar menarik perhatian masyarakat. Contohnya adalah Buavita yang memiliki aplikasi yang dapat di download baik di handphone maupun di komputer. Nama gamesnya adalah Buavita Juice Maker dimana pemain dapat mengumpulkan buah untuk kemudian di jus menjadi produk Buavita. Hal ini menarik perhatian masyarakat yaitu sudah tidak lagi memposisikan masyarakat sebagai pasif audience yang menerima iklan begitu saja yang terpapar baik secara audio maupun visual, tapi juga mengajak masyarakat untuk memainkan games yang telah disediakan. Dengan adanya games ini diharapkan tumbuh engagement antara Buavita dan pemain yang memainkan games Buavita Juice Maker ini.

Ada lagi yang lebih menarik, hingga games ini menerima penghargaan Muri, yaitu Ionopolis yang dipelopori oleh Pocari Sweat. Games ini mengintegrasikan tiga social media yaitu Twitter, Facebook dan Foursquare. Pada dasarnya, Ionopolis adalah sebuah kota dan para pemain diarahkan untuk membasmi monster-monster yang menyebabkan dehidrasi. Penggunaan social media seperti Twitter, Facebook dan Foursquare berguna untuk mendapatkan poin yang dapat memudahkan pembasmian monster-monster dehidrasi seperti dengan menjawab pertanyaan yang di posting di twitter official Pocari Sweat atau dengan check-in via Foursquare di tempat-tempat yang sudah ditentukan. Selain itu juga, dengan membeli Pocari Sweat, maka mereka yang membeli akan mendapatkan poin yang berguna untuk membeli peralatan yang semakin efektif untuk membunuh monster-monster tersebut. Dengan mengintergrasikan penggunaan social media dan pembelian Pocari Sweat di kehidupan nyata, diharapkan dapat meng-engage masyarakat untuk lebih tertarik dengan Pocari Sweat. 

Dua games diatas merupakan contoh dari penciptaan games interaktif yang berguna untuk mempublikasikan produk atau jasa dan bukan hanya sekedar mempublikasikan tapi juga membangun relationship antara masyarakat dan produk itu sendiri. Dengan tingginya tingkat intensitas akses permainan maka akan semakin tertanam di benak masyarakat mengenai image dari produk tersebut. 

Pemaksimalan internet dalam bidang Advertising semakin beragam dan semakin memungkinkan Biro-biro Iklan untuk tidak sekedar mempublikasikan atau menginformasikan semata mengenai produk atau jasanya, tapi juga membangun hubungan yang menuntut keaktifan dari masyarakat untuk menjadi active audience secara figuratif. Selain games-games interaktif yang berfokus pada internet, perkembangan teknologi juga sudah memungkinkan ditemukannya ‘smell vertising’ yang dikembangkan oleh Dunkin Donut, yaitu mesin yang dapat mengeluarkan bau kopi di bus yang akan berhenti dekat dengan Kedai Dunkin Donut terdekat. Hal ini akan membangkitkan selera dan keinginan masyarakat untuk membeli kopi di Kedai Dunkin Donut. Metode iklan seperti ini diterapkan di Korea. 

Pengaadaan teknologi-teknologi ini kemudian memberikan kesempatan bagi para pegiat di Bidang Advertising untuk berkreativitas tanpa batas untuk mengakses kanal-kanal baru yang dapat membantu terjadinya perubahan kepercayaan yang menghimbau masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan harapan.

Jumat, 10 Oktober 2014

Media Massa Yang dikuasai Ruppert Murdoch


1. Ruppert Murdoch, Raja Media Massa

Banyak orang membenci Rupert Murdoch. Walaupun News Corp. miliknya hanya salah satu dari sekian banyak perusahaan medianya yang mencaplok media lainnya, namun nama Murdoch telah menjadi lekat dengan kekuasaan media. Howard Stinger, mantan eksekutif CBS menjulukinya sebagai “Pemimpin Era Komunikasi Napoleonik baru”. Para pengkritiknya mengatakan bahwa penekanan Rupert Murdoch pada profit korporat telah mengubah landasan media, dan pesaingnya harus berjuang keras menghadapinya.

Ada banyak bukti bahwa ideologi Rupert Murdoch adalah profit dan pertumbuhan finansial. Banyak cerita tentang bagaimana Murdoch menolak suatu isi berita atau mendukung isi berita demi keuntungannya sendiri. Suatu ketika dalam sebuah pidato ia mengatakan bahwa teknologi komunikasi yang maju akan mengancam rezim totalitarian (pernyataan ini kurang lebih terbukti dengan revolusi mesir 2011 yang dimulai di facebook), dia kaget ketika pernyataannya tersebut membuat pemerintah Cina berang, padahal dia tidak bermaksud menyinggung Cina. Cina lalu mengancam akan memutuskan transmisi StarTV ke Cina. Agar profit StarTV tak anjlok, Murdoch segera memerintahkan perusahaan penerbitnya untuk menerbitkan buku karangan  putri Deng Xiaoping. Dia juga membatalkan penerbitan buku yang dianggap akan menyinggung pemerintah Cina. Setelah mengetahui bahwa pemerintah Cina tidak senang dengan berita independen yang dilaporkan melalui BBC World Service, Murdoch segera menghilangkan BBC dari acara StarTV untuk Cina. Hasilnya? Beberapa franchise media Murdoch di Cina berhasil diselamatkan!

Keluarga Murdoch menguasai 30 persen saham News Corp senilai $12 miliar pada 2003. Dinasti Murdoch dimulai dengan koran Australia yang didirikan oleh ayah Murdoch yang mewariskan bisnisnya kepada putranya pada tahun 1925. Murdoch mulai mengakuisisi beberapa koran Inggris dan kemudian beberapa koran Amerika. Dia membeli perusahaan penerbit Harper & Row, yang kemudian disesuaikan dengan kepentingan penerbitannya di Inggris. Agar bisa memiliki stasiun TV di AS, dia menjadi warganegara AS. Pada tahun 1980-an, Murdoch mendirikan Fox sebagai jaringan televisi AS yang keempat. Dia lalu menguasai studio film dan televisi 20th Century Fox. Dia membeli perusahaan induk TV Guide. Dia juga mendirikan televisi satelit Sky dan StarTV di Inggris dan Asia. Saat ini lebih dari 3 miliar orang menonton siaran StarTV yang menampilkan program acara yang dibuat atau dibeli oleh perusahaan Murdoch. Pada 2003 dia menguasai DirectTV, televisi satelit utama di AS.

Ekspansi Murdoch membuatnya bisa membangun sistem global pertama untuk pembuatan isi dan pengiriman isi media di bawah satu payung perusahaan. Inilah kekuatan “Murdochian”, kekuatan distribusi yang tidak dimiliki oleh satupun kompetitornya. Dengan serangkaian medianya yang tak tertandingi, Murdoch dapat memasarkan produk-produknya ke banyak segmen pasar melalui koran, majalah, film, buku, dan televisi miliknya. James Fallows, seorang pengamat media mengatakan kekaisaran media Murdoch telah mensinkronisasikan produksi, publisitas, dan dukungan; “mereka menyuplai isi (content) film-film produksi Fox (TitanicThe Full MontyThere’s something about Mary), acara Fox TV (The Simpsons, Ally Mc BealWhen Animals Attack), siaran olahraga yang dikuasai Fox, plus koran dan buku. Mereka menjual isi kepada publik dan pengiklan di koran, di jaringan siaran, di saluran TV kabel. Dan mereka mengoperasikan sistem distribusi yang mendistribusikan isi media ke konsumen.” Sistem satelit Murdoch mendistribusikan isi News Corp di Eropa dan Asia.

Inilah beberapa Media Massa yang dikuasai oleh Si Raja Media Ruppert Murdoch.
1.      News Limited (Australia)
2.      The Sun (inggris)
3.      The News World (Inggris)
4.      Sky Television (Inggris)
5.      San Antonio Express News (Amerika)
6.      Supermarket Star (Amerika)
7.      New York Post (Amerika)
8.      20th Century Fox (Amerika)
9.      Metro Media (Amerika)
10.    Star TV (Asia)
11.    My Space (Amerika)
12.    Dll.
Jumlah media massa yang dikuasai telah lebih dari 10 media massa di seluruh dunia.

2. Tokoh-Tokoh Dunia Yang Menguasai Industri Media

Eksekutif Jurnalisme dan Media Berita Serta Pemilik Bisnis Media

            Ada enam tokoh jurnalisme dan media berita. Mereka mencakup Baron Paul J. Reuter (1816-1899), Adolph Ochs (1858-1935), Joseph Pulitzer (1847-1911), David Sarnoff (1891-1971), William S. Paley, dan Rupert Murdoch (lahir 1931).

 Layanan Berita Internasional Pertama
           
            Layanan berita internasional pertama dan terbesar di dunia dipelopori Baron Paul J. Reuter. Lelaki kelahiran Jerman ini kemudian menetap di Inggris dan dihormati dengan baron, suatu gelar kebangsawanan Inggris. Layanan berita internasional pertama yang dia dirikan di Inggris itu disebut Reuter’s News Service, suatu organisasi layanan berita terbesar sedunia.
            Reuter juga cepat mengantisipasi dua jenis teknologi komunikasi yang lain. Pertama, komunikasi lewat kawat-kawat telegrafi; dan, kedua, komunikasi melalui kabel-kabel bawah laut. Kedua jenis komunikasi itu berguna sebagai jaringan pengiriman berita antar-benua.

 Pemilik dan Pengelola Koran Bergengsi

            Harian The New York Times – disingkat NYT – demikian populernya sehingga ia disebut dalam salah satu lirik “Saturday Night Fever” yang dibuat menjadi suatu hit dunia tahun 1980-an oleh The Bee Gees dari Australia. NYT memang suatu koran bergengsi – di Amerika Serikat dan dunia. Pemilik dan pengelola masa awalnya adalah Adolph Ochs, seorang pengusaha pers.

            Ochs tidak langsung memiliki dan mengelola NYT. Penerbit koran kelahiran Ohio, AS, itu mula-mula membeli dan mengelola pada tahun 1878 Chattanooga Times, koran terkemuka di AS bagian selatan. Delapan belas tahun kemudian, dia membeli dan mengelola The New York Times.

            Apa yang menyebabkan NYT menjadi suatu harian yang bergengsi? Barangkali, pandangan Adolph Ochs tentang pers bisa menjelaskan sebab-sebabnya. Dia sangat memusuhi sensasionalisme dalam berita. Akan tetapi, dia menekankan peliputan yang komprehensif, etis, dan tidak berpihak. Sikap tidak berpihak itu dia tegaskan demikian: “tanpa rasa takut atau tanpa keberpihakan”. Selain itu, dia menciptakan slogannya yang menjadi tuntunan bagi pemuatan berita di koran itu. “Semua berita yang cocok untuk dicetak, [cetaklah].” Penerapan pandangannya mengakibatkan NYT menjadi koran terkemuka AS yang tak tertandingi dalam gengsi dan dampak globalnya.

            Dua tokoh utama masa kini di balik kebesaran NYT adalah Joseph Lelyveld dan Max Frankel. Kedua-duanya adalah editor eksekutif harian bergengsi ini; di samping itu, Frankel adalah seorang penulis.

Bapak Televisi Amerika

            Ingat film Titanic, ingat Jack Dawson (Leonardo DiCaprio) dan Rose Dewitt Bukater (Kate Winslet). Ingat kisah nyata Titanic, ingat David Sarnoff. Lelaki itulah penerima pesan tanpa kabel (wireless) dari kapal pesiar mewah itu pada malam tahun 1912: “S.S. Titanic menabrak gunung es. Tenggelam cepat.” Ketika menerima pesan SOS itu, Sarnoff yang bekerja sebagai seorang operator telepon tanpa kabel pada sebuah perusahaan telekomunikasi meneruskan pesan itu kepada sebuah kapal uap. Kapal uap itu lalu melaporkan bahwa Titanic sudah tenggelam dan beberapa penumpang yang masih hidup dinaikkan ke kapal uap itu. Taft, Presiden AS waktu itu, memerintahkan stasiun-stasiun radio lain untuk tidak terlibat dan, dengan demikian, David Sarnoff seorang diri tetap bertugas selama 72 jam. Dia mencatat nama-nama mereka yang hidup dan membuat namanya terkenal pada jutaan pembaca koran tentang musibah itu.

            Cuplikan dari riwayat hidupnya menunjukkan jenis pekerjaannya yang akan membuka kesuksesan besarnya di masa depan. Kariernya di AS di bidang media massa elektronik mulai diketahui masyarakat umum ketika dia pada tahun 1917 mendesak supaya sebuah “kotak musik radio” yang sederhana dipasarkan. Perusahaan Marconi AS mengatakan rencana Sarnoff akan menjadikan radio suatu “alat rumah tangga” yang sama dengan piano atau fonografi. Kariernya lalu menanjak sehingga dia menjadi seorang eksekutif media berita, khususnya televisi dan radio. Sebagai eksekutif media berita, Sarnoff menunjukkan kepemimpinan yang tegas; dia kemudian menyatukan televisi dan radio menjadi sarana-sarana utama komunikasi massa. Dia cepat menanjak menjadi presiden-direktur RCA – Radio Corporation of America – yang didirikan Owen D. Young.

            Selain itu, dia memampukan RCA membuat siaran-siaran radio dari pantai yang satu ke pantai yang lain di AS. Jabatan ini akan mengarahkannya menjadi pendiri NBC – National Broadcasting Corporation – dan anak-anak perusahaannya, Blue Network dan Red Network pada tahun 1927. NBC membawahi banyak stasiun radio di AS dan memperluas jaringan siaran dari satu pantai ke pantai lain di AS. Kemudian, dia meningkatkan siaran televisi RCA menjadi siaran televisi berwarna.

            Dia kemudian membangun perusahaan itu menjadi kompleks elektronik terbesar sedunia pada waktu itu. Untuk jasa-jasanya yang begitu menonjol dalam bidang media massa, David Sarnoff secara beralasan dihormati bangsa AS sebagai “bapa televisi Amerika”.

Salah Satu Yang Terbesar di Dunia
       
Ruport Murdoch yang lahir di Melbourne Australia tahun 1931 kemudian pindah dan menetap di Amerika Serikat adalah pemilik News Corp., salah satu korporasi media paling besar dan paling berpengaruh di dunia. Melalui kerajaan bisnis media massa dan penerbitan lainnya, dia menjadi salah seorang terkaya di dunia.

            Murdoch mewarisi suatu koran Australia dengan oplah kecil tahun 1952. Lalu, dia secara agresif mengubahnya menjadi News Corp., salah satu perusahaan media terbesar di dunia. Konglomerasi ini mencakup televisi, film-film fitur, layanan online, koran, dan buku-buku.

            Tahun 1980-an, dia menjadi warga negara Amerika Serikat demi memenuhi syarat untuk memiliki stasiun-stasiun televisi di sana. Sekarang, dia memiliki Asian Star Television dan saham di Fox TV Network, Penerbit Harper Collins Books, 2oth Century Fox, dan harian The New York Post.

3. Korporasi Media Massa Yang Ada di Indonesia

Banyak masyarakat Indonesia yang bergantung dengan media massa untuk hanya mencari sebuah hiburan ataupun untuk memenuhi kebutuhanya. Dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan jasa media massa. Untuk sebagian pebisnis, dalam pandangan mereka itu merupakan salah satu peluang untuk meraup keuntungan yang menjanjikan. Maka tak heran dengan selalu bertambahnya media massa di Indonesia, dalam percetakan, pertelevisian ataupun radio. Dalam bidang pertelevisian, selain TVRI sebagai stasiun pertama yang berdiri di Indonesia yaitu pada tanggal 24 Agustus 196. terdapat 11 (sebelas) stasiun televisi lainya, Sebelas televisi ini ternyata dikuasai beberapa grup pemilik seperti MNC yang menguasai MNC (tadinya TPI), Metro TV, Global TV dan RCTI. Transcorp/Grup Para menguasai Trans TV dan Trans 7, kemudian Bakrie Group menguasai ANTV dan TV One , SCTV dan IVM (Indosiar Visual Mandiri) dikuasai kelompok yang sama, disamping TVRI serta Space Toon yang punya ijin siaran nasional, namun saham kepemilikan space toon kini telah di beli oleh perusahaan swasta dan berganti nama menjadi NET. Di samping itu kini telah beroperasi 7 televisi berlangganan satelit, 6 televisi berlangganan terrestrial, dan 17 televisi berlangganan kabel. Seperti tidak mau kalah dengan pertelevisian, radiopun mengalami kemajuan walaupun tidak sepesat televisi. Hingga akhir tahun 2002, terdapat 1188 Stasiun Siaran Radio di Indonesia. Jumlah itu terdiri atas 56 stasiun RRI dan 1132 buah Stasiun Radio Swasta. Perkembangan industri dan bisnis penyiaran juga telah mendorong tumbuh pesatnya bisnis rumah produksi (Production House/PH). Sebelum krisis ekonomi, tercatat ada 298 buah perusahaan PH yang beroperasi di mana sekitar 80% di antaranya berada di Jakarta. Pada saat krisis, khususnya antara tahun 1997-1999, jumlah PH yang beroperasi menurun drastis sampai sekitar 60%. Pada tahun 2003, bisnis PH secara perlahan kembali bangkit yang antara lain didorong oleh peningkatan jumlah televisi swasta. Kebutuhan TV swasta akan berbagai acara siaran, mulai acara hiburan sampai acara informasi dan pendidikan, banyak diproduksi oleh PH local. dalam bisnis media penerbitan, khususnya surat kabar dan majalah, juga mengalami peningkatan khususnya dalam hal kuantitas. Pada tahun 2000, menurut laporan MASINDO, terdapat 358 media penerbitan. Jumlah tersebut terdiri atas 104 surat kabar, 115 tabloid, dan 139 majalah. Hal menarik dalam penerbitan media massa cetak ini adalah semakin beragamnya pelayanan isi yang disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan segmen khalayak pembacanya.

4. Teknologi Komunikasi Mendukung Kerja Korporasi

Dijaman modern ini Tekhnologi komunikasi berkembang secara pesat dan dengan munculnya kerja korporasi di berbagai negara di Dunia Dengan adanya Kantor Virtual (Virtual Office), teknologi komunikasi dapat mendukung kerja korporasi di berbagai negara secara terpisah. Didalam Virtual Office terdapat tim yang saling bekerja sama yang disebut dengan tim maya atau tim yang terpisah secara geogfaris. Anggota tim virtual berkomunikasi secara elektronik. Dengan cara itu mereka dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Begitu juga sebaliknya, mereka juga dapat memberikan informasi kepada anggota tim lain dengan mudah, sehingga pekerjaan yang mereka kerjakan dapat diselesaikan dengan baik walaupun tidak bertatap muka, melainkan dengan mengandalkan teknologi komunikasi yang saat ini semakin berkembang.

Mereka bekerja di seluruh waktu, ruang, dan dengan batas-batas organisasi diperkuat oleh link webs komunikasi teknologi. Karena terpisah secara geografis, maka organisasi boleh menyewa dan mempertahankan orang-orang terbaik tanpa memperhatikan lokasi.

5. Unsur Persaingan Bisnis Yang Dilakukan Media Massa

Persaingan bisnis yang dilakukan saat ini dimedia massa merujuk pada media online atau jurnalisme online. akses yang cepat terhadap informasi menjadi senjata utama media online saat ini. dibandingkan dengan media massa lain berbasis cetak dan elektronik, media online menjadi bentuk media yang paling mudah diakses oleh khalayak. teknologi internet yang menmanjakan manusia menjadi basis media online. Kemudahan masyarakat mengakses internet dimanfaatkan media online untukmenghadirkan informasi terdepan mendahului media massa cetak dan elektronik yang asih bergantung pada kertas, perangkat radio dan pesawat televisi.

Media online kemudian berkembang menjadi fenomena. Kelebihan media online dan kecenderungan masyarakat untuk mengakses berita melalui internet, memaksa media massa berbasis cetak dan elektronik ikut membuat media online. hal ini membuat persaingan dunia media massa bergeser dari cetak dan elektronik ke dunia media online. sejak dunia pemberitaan merambah dunia internet, berbagai media baik yang berbasis online maupun cetak atau elektronik berlomba-lomba menjadi yang terdepan dalam memberikan informasi bagi pemirsa informasi online.